Celoteh Santri

Tata Boga Ala Santri Daarul Abroor

Nisaiyyah adalah kegiatan yang dilakukan oleh wanita untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan dalam kegiatan wanita. Bukan hanya kegiatan yang biasa dilakukan saja seperti mencuci,membersihkan ruangan,menata ruangan, tapi nisaiyyah juga mengajarkan bagaimana seorang wanita harus bisa memasak menjaga kebersihan baik jasmani maupun rohani. Maka dari nisaiyyah inilah para santriwati dapat melakukan hal atau kegiatan yang harus dilakukan oleh wanita dan menjadi wanita yang berkualitas yang bisa dalam segala hal apapun. Kegiatan ini telah lama ada seiringnya dengan berkembangnya era globalisasi, nisaiyyah ini telah mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

Di Daarul Abroor, tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu karena nisaiyyah tahun ini lebih menarik dari tahun sebelumnya dan juga berkembang. Perkembangannya yaitu program nisaiyyah ini akan rutin dilakukan setiap minggunya. Banyak yang dipelajari dalam kenisaiyyahan ini salah satunya memasak. Jum’at 13/04/2018 para santriwati belajar membuat berbagai macam masakan diantaranya bolu gulung, pempek dan brownis cokelatos.

Suasana saat kegiatan nisaiyyah tadi sangatlah seru dan menyenangkan. Apalagi bagi para santriwati ini adalah permulaan mereka mengikuti kenisaiyyahan. Dalam berjalannya waktu memasak, bagi yang tidak ada hal yang harus dilakukan mereka menggantinya dengan mempersiapkan tempat bila masakan sudah siap dihidangkan. Setiap kelas pastinya berbeda dalam masakannya. Ada salah satu kelas yang membuat pempek. Aroma cuka yang sedang dibuat oleh mereka sangatlah menggoda dan pempek yang telah digoreng oleh mereka membuat salah satu dari santriwati yang mengikuti nisaiyyah saat itu bertambah tergoda dan ingin memakannya. Apalagi bagi yang suka makan pempek pastinya akan tergoda dan ingin mencicipi pempek tersebut.

Sebenarnya keterampilan ini dikuti dari kelas 1 sampai kelas 5 KMI. Seiring kegiatan ini berjalan dengan system bergilir dari kelas ke kelas, hari ini kegiatan dilakukan oleh kelas 4 dan 5. Dengan adanya program nisaiyyah ini maka para santriwati akan mendalami masalah wanita. Dengan adanya program ini juga para santriwati di saat lulus nanti dapat mengamalkan apa yang didapatnya dari nisaiyyah dan bisa mengembangkannya dilingkungan masyarakatannya nanti. Dan mereka juga dapat membuat orang tua merka bangga. Tanpa adanya bimbingan dari orang tua sang anak dapat melakukannya dengan hasil belajarnya saat dipondok. Dan so pasti pemikiran para orang tua ilmu yang didapat oleh anaknya tidak sia-sia dan dapat dimanfaatkan dikembangkan oleh anaknya. [Jurnalis Santri 2018]

Tags

Tulisan Terkait

Close
X