Kampus Pusat

Suasana Bintang Malam Daarul Abroor

Pada 10 Desember 2018, bintang yang bersinar cukup terang menghiasi langit yang sangat indah, gemerlap cahayanya bagaikan permata lautan samudra. Inilah yang terjadi di Daarul Abroor, permata-permata harapan bangsa sedang berjuang menghadapi dinginnya malam dan rasa kantuk yang hebat. Mereka lawan semuanya karena mereka punya cita-cita yang mulia.

Ya.. bintang malam Daarul Abroor adalah santri-santri yang belajar dengan sangat bersemangat, meskipun malam yang begitu dingin disertai dengan desauan angin yang menusuk tulang. Mereka belajar di bawah bintang-bintang ciptaan Tuhan, dan bintang penerang ciptaan manusia, yaitu lampu-lampu yang terang benderang menghiasi setiap sudut pondok.

Malam tak terasa sunyi dengan hafalan-hafalan mereka, malam tak terasa dingin dengan kehangatan yang terlahir karena kebersamaan, dan malampun tak terasa gelap karena pancaran niat ikhlas serta ilmu yang bercahaya di dada mereka.

Bapak Pimpinan pernah berkata dalam pidatonya “Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”  hal ini bermakna bahwasanya ujian itu untuk belajar sebab dengan ujian seseorang dapat mengetahui sampai mana ia menguasai materi yang telah disampaikan oleh guru kepadanya. Lain halnya dengan belajar untuk ujian, jika belajar untuk ujian maka ilmu yang dihafalkan akan hilang begitu saja, setelah ia berhasil mengerjakan semua soal.

Belajar malam sant
Suasana belajar malam santri Daarul Abroor.

Supaya santri-santri dapat belajar dengan maksimal, maka ustadz-ustadz senior yang ada di pondok Daarul Abroor melakukan keliling setiap malamnya demi melihat secara langsung proses belajar anak-anak didik mereka. Kegiatan ini bukan semata-mata keliling saja, melainkan mereka juga siap mengajari santri-santri yang bertanya tentang pelajaran yang kurang mereka pahami.

Semoga ujian semester satu tahun ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan dan perencanaan.

Baca juga:

Tags
Back to top button
Close
X