Celoteh Santri

Semua Itu Pendidikan

Di malam yang berlukiskan bintang berteman suara jangkrik dan riuh paruh dedaunan yang bertabrakan karna angina yang melaluinya, maha kuasa Allah yang menciptakan itu semua sebagai radio alam.

Malam tadi, tanggal 4 july 2017 santri lama terbang dan berenang di laut impian mereka tidur sehabis makan malam, tapi lain halnya dengan santri baru, mereka asyik bercengkerama dan menerima penggarahan oleh Ust Ahmadi.

Setelah pengarahan selesai, sekitar jam 22.00 WIB santri baru memasuki asrama dan bersiap–siap untuk terbang kealam mimpi. ini adalah malam pertama bagi mereka berada di pondok Daarul Abroor, kita tau banyak di antara mereka yang belum tidur walau sudah larut malam, kita tau karna kita juga merasakan apa yang mereka rasakan, merasa beda dengan di rumah itu wajar karna kita manusia biasa.

Setelah terlelap di laut impian menapak bumi tuk menggapai sejuta harapan dalam kensunyian sekitar jam 04.00 dini hari tepatnya pada tanggal 05 july 2017. Masjid telah melantunkan nyanyian dari surga berupa kata–kata indah penuh makna. Membangunkan santri baru dan mengajak mereka untuk sujud di hadapan sang pencipta.

Mohon ampun atas segala dosa dan mohon di teguhkan dalam hatinya sebuah niat bermental baja. Mungkin mereka akan merasa sedang larut dalam mimpi namun harus bangun demi ibadah. “ini bukan sebuah paksaan namun ini adalah sebuah kewajiban”.

Selesai sholat dan berdo’a semua santri pulang ke asrama, santri lama bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan, sementara santri baru bergegas ke lapangan untuk latihan senam santri mereka berlatih dengan tanpa musik melainkan hanya dengan hitungan saja Dengan sangat telaten mereka berlatih dengan di ajari oleh kakak orppenda, perlahan tapi pasti gerak demi gerakan yang di ajarkan.

Setelah selesai latihan senam mereka mandi dengan di sambut hangatnya mentari yang mengajak mereka tuk meraih mimpi dan cita-cita. Taukah wahai santri baru bahwa mandi yang mengantri adalah pendidikan bagimu, kau di didik untuk menjadi manusia yang penyabar dan sederhana bukan berarti miskin, namun menerima semuanya dengan ikhlas dan lapang dada.

Kesuksesan yang sesungguhnya bukan mereka yang sempurna dan kaya raya, namun mereka yang bersyukur pada Allah semata. Setelah selesai mandi mereka makan dengan lahapnya dan bersiap-siap untuk kegiatan selanjutnya.

Kegiatan mereka selanjutnya adalah latihan lagu hymne “oh pondokku” dengan sangat sabar kakak orppenda mengajari mereka perlahan tapi pasti, tak sulit dan tak mudah, mereka belajar dengan semangat, dengan ikhlas kakak orppenda mengajarinya mulai dari bait pertama hingga selanjutnya. Lagupun dapat di lantunkan sangat indah hingga merasuk sukma.

Semua yang kita lihat, kita rasakan kita dengarkan adalah pendidikan.

Tidak semua sekolah mengajarkan pendidikan yang nyata (praktek).

Sejak dulu kita tau bahwa sabar itu adalah ikhlas menerima semuanya, itulah ilmu namun, akankah kita belajar dengan kenyataan yang ada? Belajar dengan kenyataan yang ada adalah mempraktekan ilmu yang di pelajarinya, itulah pendidikan….

Ditulis oleh: Suryati – 6 C – 2017

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close