Kolom Ustadz

Selalu Bersiap Menghadapi Kematian

Nasehat Bapak Pimpinan Ketika Ziarah Kubur di Makam Almarhum Ustadz-Ustadz Pondok

Disampaikan pada tanggal 6 Juli 2016 M / 1 Syawal 1437 H

Assalamu’alaikum Wr Wb

Hadirin semua…!, bahwa tujuan kita berziarah kubur adalah untuk mengingat mati, sebuah pesan kematian agar kita sadar bahwa kita semua akan mati atau menyusul yang telah mendahului kita. Kita tidak tahu kapan waktunya, itulah fungsinya mengingat kematian agar kita bersiap-siap. Sudah berapa banyak bekal yang kita persiapkan untuk dibawa ke akhirat nanti? Semoga itu semua menyadarkan kita dalam mengingat mati, karena Rasulullah saw bersabda :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَاشِرُ عَشْرَةٍ ، فَجَاءَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَقَالَ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ ، مَنْ أَكْيَسُ النَّاسِ وَأَحْزَمُ النَّاسِ ؟ ، قَالَ : ” أَكْثَرَهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ ، وَأَشَدُّهُمُ اسْتِعْدَادًا لِلْمَوْتِ قَبْلَ نُزُولِ الْمَوْتِ ، أُولَئِكَ هُمُ الأَكْيَاسُ ، ذَهَبُوا بِشَرَفِ الدُّنْيَا وَكَرَامَةِ الآخِرَةِ

Artinya : “dari Ibnu Umar dia berkata : Aku datang kepada Rasulullah SAW. sebagai orang yang kesepuluh. Tiba-tiba seorang lelaki Ansor berdiri dan bertanya: ‘Wahai Nabi Allah! Siapakah orang yang disebut paling bijak dan paling bertekad kuat antara umat manusia ini? Beliau menjawab: ‘Dia adalah seorang yang paling sering mengingat kematian dan sentiasa bersiap sedia untuk menghadapinya. Merekalah orang-orang yang bijak dan berjaya memperoleh kehormatan di dunia dan kemuliaan di akhirat”. HR. Thabrani dengan sanad Hasan.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa orang yang bijak dan punya tekad yang kuat adalah orang yang sering mengingat mati dan selalu bersiap-siap menghadapi kematian. Sebaliknya orang yang lemah yaitu orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, selalu berangan-angan, berdo’a minta diampuni terus tetapi tidak mau beramal menyiapkan bekal untuk di akhirat nanti. Oleh karena itu kita, terutama Ustadz dan Ustadzah di Daarul Abroor harus selalu ingat mati dan selalu ibadah menyiapkan bekal.

Tujuan ziarah kubur yang selanjutnya yaitu untuk mendoakan kepada yang telah mendahului kita, secara lahir kita hanya melihat gundukan tanah tetapi hakikatnya mereka juga mendengar apa yang kita doakan untuk mereka.

Kalau saja kita tahu sangat pedihnya maut, pasti kita akan menyesal ketika kita mati tidak membawa amal ibadah. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa NABI Isa a.s menghidupkan kembali orang yang telah mati. Tapi orang kafir ingkar tak peduli. Katanya, “Kau hanya bisa hidupkan orang baru saja mati. Cobalah hidupkan olehmu orang-orang mati jaman dahulu”. Isa a.s menjawab tanpa ragu, “pilihlah oleh kalian. Siapa yang harus aku hidupkan di hadapanmu”. “Hidupkan Sam anak Nuh!” teriak mereka menggemuruh. Maka Isa pergi ke makam Sam terletak tak jauh. Ia shalat dua rakaat penuh, kemudian berdoa pada Tuhannya. Lallu Allah bangkitkan Sam di hadapan mereka. Rambut kepala dan jenggotnya telah memutih semua.

Ditanyalah ia, “Mengapa kamu beruban, sedang dahulu kamu berambut hitam legam?” Sam ibnu Nuh a.s menjawab dengan iba, “Tatkala ada suara panggilan terdengar aku keluar. Aku mengira kiamat telah tiba. Aku ketakutan, karena itulah rambutku memutih semua”. Ia Ditanya kembali, “sudah berapa lama engkau mati?”. “empat ribu tahun,” katanya, “namun belum hilang juga pedihnya rasa maut”.

Jadi kita do’akan yang telah mendahului kita, yang ada di alam kubur supaya diringankan siksanya oleh Allah. Ini saja yang saya sampaikan, mudah-mudahan bisa jadi renungan bagi kita semua.

Wassalamualaikum Wr Wb

Tags
Back to top button
Close
X