Celoteh SantriKabar Santri

Santri KMI Daarul Abroor 1 Memulai Ujian Lisan

Mulai hari ini, Sabtu 2 Desember 2017, para Santri dan Santriwati Pondok Modern Daarul Abroor melakukan ujian lisan. Ujian lisan ini merupakan syarat untuk mengikuti ujian tulis, apabila ada Santri atau Santriwati yang belum mengikuti Ujian lisan, maka ia akan terhalang untuk mengikuti ujian tulis.

Sebelum ujian lisan dilakukanpun, Para Santri dan Santriwati harus melengkapi buku-buku pelajarannya dahulu. Hal ini dilakukan supaya santri tidak dapat beralasan lagi tidak belajar karena tidak mempunyai buku. Waktu ujian antara santri dan santriwati tidak disamakan, yakni satu hari putra dan satu hari putri dan hari ini adalah ujian lisan bagi para Santriwati.

Panitia ujian lisan ini adalah kelas 6 KMI, namun tidak semua kelas 6 menjadi seorang penguji, akan tetapi hanya orang-orang pilihan dari Al-Ustadz bagian KMI. Ada kelas 6 yang menjadi Penguji di kelas 1 KMI, 1 INT, maupun 2 KMI. Jumlah kelompok ujian lisan Putri terbagi menjadi 17 kelompok, 6 kelas di gedung Umar, 6 kelas di gedung ali, dan 5 tempat di masjid. Dan dari 17 kelompok itu ada 9 ruangan yang pengujinya adalah kelas 6. Dan setiap ruangan tersebut terdiri atas 4 penguji, 1 orang dari Ustadz atau Ustadzah dan 3 orang dari kelas 6. Jumlah kelompok ujian Putra sebanyak 14 kelompok.

Panitia ujian ini dibagi menjadi beberapa bagian, ada yang menjadi Penguji, Piket dapur, jaga malam, bagian naskah, dan piket-piket lainnya yang menjadi tanggung jawab bagi kelas 6.

Menjadi seorang Penguji ternyata tidaklah mudah, harus bermodalkan kesabaran dan keikhlasan, jika seorang Mumtahan (orang yang di uji) tidak bisa menjawab, maka kita harus menuntunnya dan memberi semangat kepadanya. Tapi, jika Mumtahan itu benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, maka Mumtahan tersebut diperkenankan untuk keluar dan belajar kembali. karena Para Mumtahan ini dipanggil satu persatu, maka memakan waktu lama, sehingga bagi kelompok yang belum selesai ujiannya, harus melanjutkan setelah shalat Dzuhur.

Ujian lisan itu adalah untuk mengetes mental dan mengetes sebesar apakah kemampuan kita, dan dapat dijadikan sebagai kaca banding untuk ujian semester yang akan datang supaya lebih baik dari ujian semester ini. Ujian lisan ini merupakan ujian lisan yang pertama kali diikuti oleh kelas 1 KMI dan 1 INT, untuk itu mereka terlihat takut dan tidak percaya diri dalam menjawab soal. Ada beberapa dari mereka juga yang belum terlalu menganggap serius ujian ini, namun tetap ada santri yang memiliki kesadaran yang tinggi dalam belajar, sehingga mendapat hasil yang baik jua, maka dari itu ada pepatah mengatakan “sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keberuntunganmu”. Santri yang seperti inilah yang akan sukses.

Setelah ujian selesai, maka bagian naskah langsung menempel hasil ujian di papan pengumuman, ada santri yang puas dengan hasilnya, ada juga yang menyesal karena nilainya kurang memuaskan. Semoga dengan melihat kaca perbandingan dari hari ini, untuk selanjutnya para santri dan Santriwati dapat belajar dengan giat lagi. Aamiin.

Ditulis oleh: Aprilia Azizah – 6C – 2017

Tags

Daarul Abroor

Admin web Pondok Modern Daarul Abroor, Pesantren KMI satu-satunya di Sumatera Selatan.

Artikel terkait

Silahkan beri komentar...

Close