Daarul Abroor 1

Santri Daarul Abroor 1 Ikuti Upacara 17 Agustus di Kecamatan

Ratusan Santri Pondok Modern Daarul Abroor (PMDA) ikuti upacara hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73 di lapangan hijau Tirtaharja. Desa Tirtaharja, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Pada 17 Agustus 2018.

Ratusan santri PMDA sudah siap sejak pukul 07;WIB, namun mereka baru saja berangkat kelapangan pada pukul 08;00 WIB. Keberangkatan mereka di mulai dari Pasukan Marching Band, yang diikuti dengan pasukan Bhineka Tungal Ika dari santri putra kemudian Pasga putra. Selanjutnya menyusul Pasga putri yang diikuti dengan Pasukan Bhineka Tunggal Ika Putri, kemudian santri putri yang berakhir dengan MI dan TK Azzahra.

Berbondong-bondong santri Daarul Abroor memasuki lapangan upacara, dengan tertib santri Daarul Abroor membuat barisan. Waktu terus  berjalan orang-orang semakin lama semakin bertambah memenuhi area lapangan upacara. Pada pukul 09’00 WIB Marching Band Daarul Abroor menampilkan beberapa lagu mereka, yang ditonton oleh aparat desa, warga dan tamu undangan lainya.

Upacara pada tahun ini dihadiri oleh beberapa desa di antaranya; Tirtaharja, Daya Murni, Rejo Sari, Indrapura dan masih banyak lagi, adapun untuk anak-anak sekolah yang menghadiri upacara disi ni ialah SMA Negri 1 Muara Sugihan, Pondok Modern Daarul Abroor, MI Daarul Abroor, TK Azzahra Daarul Abroor 1, SD Negri  14 Muara Sugihan.

Upacara juga terlihat lebih semangat dari tahun sebelumnya, hal ini terlihat jelas dri antusias warga yang membuat helicopter, mobil tentara. Bahkan banyak diantara mereka yang berdandan dengan aneka ragam kreasi, ada yang seperti presiden, hansip, paskibra, jaranan, silat dan lain sebagainya. Hari itu merupakan hari perpaduan dari berbagai suku.

Upacara baru dimulai sekitar pukul 10;00 dan berakhir pukul 11;00 WIB. Upacara bukan hanya upacara semata tetapi ia mempunyai makna yang terkandung di dalamnya. Bahwa upacara adalah cara rakyat Indonesia mengenang jasa-jasa para pahlawan yang terdahulu, serata menanamkan rasa tanggung jawab. Seharusnya pemuda-pemudi Indonesia mempunyai semangatt yang mengelora untuk membangun Indonesia. Semangat itu ialah rasa  bahwa ia harus bisa menyumbangkan sesuatu kepada Negara ini. Walau hanyalah setetes keringat yang ia korbankan untuk Indonesia. [Suryati]

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close