Retorika Berbicara

Wajib Dibaca

Daarul Abroor
Pondok Modern Daarul Abroor, Tirtaharja Kec. Muara Sugihan Kab. Banyuasin Sumatera Selatan.

Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat lepas dari kegiatan komunikasi dengan orang lain, karena sebagian besar aktivitas manusia ditandai dengan bertutur (berbicara). Dengan bertutur manusia mengungkapkan dirinya, mengatur lingkungannya, dan menciptakan budaya insani. Kemampuan bertutur atau berbicara bisa jadi merupakan bakat. Kepandaian bicara yang baik memerlukan pengetahuan dan latihan. Orang sering memperhatikan cara dan bentuk pakaian, tetapi lupa memperhatikan cara dan bertutur yang baik. Di sinilah retorika sebagai “ilmu berbicara” diperlukan oleh semua orang. Ucapan  juga berperan menunjukkan karakter seseorang, sehingga harus dilatih secara khusus dan penuh perhatian.

Retorika (rhetoric, rhetorica) sering dipahami sebagai ilmu berpidato (the art of oratory). Seni penggunaan bahasa secara efektif (the art of using language effectively). Seni berbicara dengan baik yang dicapai berdasarkan bakat alam dan keterampilan teknis. Retorika merupakan ilmu dan seni yang mengajar orang untuk terampil menyusun tuturan yang efektif. Retorika juga merupakan seni untuk “memanipulasi” percakapan (the art of fake speech).[1]

Jika di bidang musik ada orang yang “buta nada” di dalam aktifitas bicara pun ada orang yang “buta ucapan”. Mereka adalah orang yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Bahkan, kadangkala mereka hanya menghafall istilah yang sedang tren atau humor terbaru. Kalau mereka berhasil dalam suatu percakapan, mungkin mereka akan berkata bahwa mereka telah berusaha, tapi mereka hampir tidak pernah dibilang sebagai pembicara yang baik oleh audiensi atau lawan bicaranya.

Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Apa berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbicara tanpa mengambil tarikan napas? Tidak. Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Seperti ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri, ucapan pemandu acara mampu menghidupkan suasana di dalam forum yang dipandunya, ucapan seorang pembicara mampu mengguncang hati para pendengar hanya dengan kata-kata.

Sedemikian pentingnya ucapan. Kita harus pandai berbicara untuk menunjukan diri kita kepada lawan bicara atau audien dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju dari yang lainnya.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melatih retorika dalam berbicara diantaranya adalah:[2]

  1. Ucapan Logis Merupakan Dasar

“Saya tidak percaya diri saat berbicara. Bagaimana caranya agar saya pandai berbicara?”

Ketika kita berbicara, alur pembicaraan harus jelas dan berkesinambungan dari poin A ke point B dan seterusnya. Hal seperti ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang selalu berfikir logis. Karena ucapan mencerminkan keadaan seseorang apa adanya. Kita dapat langsung mengetahui apakah orang itu logis atau tidak hanya dengan berbincang sebentar dengannya. Oleh karena itu, berbicara yang menunjukan pola pikir logis harus dilatih.

  1. Melatih Logika Berbicara

Pada zaman persaingan seperti ini, berbicara logis bisa menjadi keunggulan tersendiri. Akan tetapi hal tersebut tidak akan terbentuk hanya dalam waktu satu malam. Perlu latihan rutin dan membiasakan diri untuk memperhatikan ucapan diri sendiri. Ada lima hal setidaknya agar ucapan kita dapat dipenuhi oleh logika yang kokoh:

  1. Memberi alasan yang tepat untuk argumen anda.
  2. Hindari lompatan logika dan melebih-lebihkan.
  3. Konsisten dalam bersikap.
  4. Gunakan kata-kata sederhana dan mudah dipahami
  5. Tetap tenang pada saat berbicara.

Inilah beberapa langkah dan cara untuk melatih retorika berbicara. Masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan retorika dalam berbicara, sehingga dalam berkomunikasi kita dapat menghasilkan cara berkomunikasi yang efektif serta menghasilkan komunikasi yang baik dan menimbulkan efek yang nyata.

Ditulis oleh : Ust Nasiqun Amin


[1] Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume XII, Nomor 1, Januari- April 2014, https://media.neliti.com/ media/ publications/101940-ID-kajian-retorika-untuk-pengembangan pengetahuan dan keterampilan berpidato.

[2] OH Su Hyang, Bicara Itu Ada Seninya, (Jakarta: Bhuana Ilmu Populer,  cet, ke 6, 2019), h. 8-12.

Kabar Terbaru

Pesan dan Nasehat Oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Daarul Abroor Menjelang Liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Tak terasa tinggal menghitung hari, Bulan Suci Ramadhan akan meninggalkan umat islam semua. Itu artinya hari kemenangan segera tiba,...

Informasi Lainnya

X