Daarul Abroor 1

Pesan Bapak Pimpinan Bagi Alumni KMI 2018 (Star Generation)

Kamis malam jum’at (15 Ramadhan 1439 H), alumni KMI Daarul Abroor 1 Star Generation berkumpul bersama Bapak Pimpinan dan Asatidz senior dalam rangka mendengarkan pesan nasehat terakhir Bapak Pimpinan bagi calon alumni 2018.

Kegiatan ini dilakukan ba’da shalat tarawih di gedung majelis ta’lim Daarul Abroor. Hadir pada khutbatul wada’ tahun ini Al Ustadz Imam Khudori, Al Ustadz Masykur, Al Ustadz M. Hisyam, Al Ustadz Muhyan, Al Ustadz Ahmadi dan Al Ustadz Muhammad Ni’am.

Selam 2 jam lebih (dari pukul 20.30 – 22.45) Bapak Pimpinan menyampaikan pesan dan nasehat terakhirnya bagi calon Alumni tahun 2018. Salah satunya adalah Bapak pimpinan memohon maaf jika dalam proses pendidikan banyak yang tersinggung karena didikan keras dari Pimpinan dan Asatidz. Semua itu bukan karena benci, tapi justru sayang dan bagian dari pendidikan.

Beliau juga menasehati agar ketika sudah kembali ke masyarakat nanti harus bermanfaat. Harus menjadi anfa’uhum linnaas. Bukan malah menjadi sampah masyarakat. Inshaa Allah ilmu yang sudah diberikan dari pondok menjadi bekal bagi alumni tahun ini untuk bisa bermasyarakat. Jangan pilih-pilih dalam bergaul, baik Muhammadiyah dan NU atau ormas Islam lainnya harus bisa kita masuki. Sebab di Pondok dididik untuk menjadi perekat ummat, berdiri di atas dan untuk semua golongan. Dengan demikian alumni Daarul Abroor bisa hidup dan bermasyarakat di mana saja.

Nasehat lainnya adalah agar alumni tahun ini jangan merasa sudah cukup dalam menuntut ilmu. Jika ada kesempatan dan biaya, harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu masuk ke Perguruan Tinggi. Alhamdulillah sudah beberapa tahun iniĀ  alumni Daarul Abroor rata-rata melanjutkan studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Ini artinya alumni Daarul Abroor sudah sadar akan pentingnya pendidikan.

Beliau juga berpesan agar ketika sudah kembali ke masyarakat nanti jangan sampai melupakan Shalat. Ini yang penting, ini pokok agama. Jangan sampai sudah alumni malah menjadi sekuler dan liberal. Tidak mau shalat dan mengaji. Justru alumni Daarul Abroor harus menjadi pemimpin dalam kebaikan. Tirulah jama’ah tabligh yang rajin dan pintar membawa masyarakatnya untuk rajin shalat dan ke masjid.

Hal yang paling penting yang ditekankan oleh Bapak Pimpinan adalah agar Menjaga Nama Baik Pondok. Jangan sampai sudah alumni malah menjelekkan dan mengkritik pondok. Itu sama saja seperti anak yang durhaka. Tak tahu terima kasih. Bahwa ia bisa menjadi seperti begitu karena faktor Pondok. Ingat… Pondok itu ibarat Ibu seperti yang sering dinyanyikan di lagu “Hymne Oh Pondokku”.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close