Kampus Pusat

Persiapan Resepsi Khataman Santri Akhir 2019

Mulai tanggal 27 April 2019, kelas 6 KMI telah selesai melaksanakan ujian, baik ujian lisan maupun ujian tulis. Setelah satu bulan lebih mereka harus berjuang siang dan malam dalam mempersiapkan ujian. Kini tibalah saat dimana mereka mempersiapkan hari yang akan bersejarah di dalam kehidupan mereka, Hari itu adalah khataman.

Khotaman sama halnya dengan perpisahan, yaitu acara perpisahan santri akhir KMI. Namun khotaman di sini akan mempunyai arti yang berbeda bagi setiap santri Daarul Abroor. Karena disaat itulah mereka akan benar-benar menggunakan sisa-sisa kebersamaan di pondok. Khotaman bukan berarti akhir dari perjuangan mereka, justru khotamallah yang akan menjadi titik awal perjuangan mereka menjadi santri. Karena setelah khataman mereka akan lulus dari PMDA, setelah lulus inilah perjuangan mereka yang sesungguhnya akan dimulai, jika di Pondok salah masih ada yang akan mengingatkan dan menegur mereka, namun disaat di luar sana mereka akan mengendalikan semuanya sendiri.

Saat keluar nanti mereka akan membawa almamater pondok, untuk itu ini merupakan perjuangan mereka yang belum selesai, justru ini merupakan awal dari perjuangan mereka.

Untuk itu mereka mempersiapkan awal dari perjuangan mereka yang sesungguhnya dengan sangat serius, kini mereka mulai membuat hiasan yang terbuat dari kertas minyak dan kertas biola. Yang akan mereka ukir di atas sebuah triplek hingga membentuk karangan bunga yang indah. Tadi siang mereka juga menimbun beberapa bagian Aula. Ada juga diantara mereka yang mempersiapkan konsumsi dengan berangsur-angsur mempersiapkan segala keperluan nya seperti mengumpulkan air minum.

Mereka mempersiapkan khotaman bukan hanya sekedar persiapan logistic dan property melainkan juga mempersiapkan dan mencari lagu yang akan dinyanyikan saat khataman nanti. Selain lagu satu hal yang sudah menjadi ciri khas khataman adalah membacakan puisi.

Hari demi hari yang mereka lalui akan berjalan bagai air mengalir, mungkin yang ada dalam benak mereka saat ini adalah cepat khataman, dan cepat pulang. Namun saat nanti hari perpulangan mereka tinggal menghitung hari atau bahkan tinggal menghitung jam, sudah pasti mereka akan menangis merasa tak ingin meninggalkan pondok tercinta bersama dengan kenangan-kenangan nya.

Ketahuilah bahwasanya satu menit yang ada merupakan hal berharga bagi mereka, ini pengalaman yang akan mereka kenang sampai kapanpun, sebagai bekal awal mereka di masyarakat nanti.

Tags
Back to top button
Close
X