Celoteh Santri

Perjalanan Yang Penuh Semangat

Oleh Suryati, 6C KMI 2017

Kami berangkat tanggal 21 oktober 2017 pukul 07.00 WIB dilepas oleh bapak pimpinan

Perjalanan yang penuh tantangan namun menyejukkan jiwa, keramahan penduduk desa yang menyambut perjalanan kami dengn senyuman dan lambaian tangan, menyebrangi air yang jernih dengan sampan teriring mentari yang cerah berputarkan pelangi.

Sungguh indah keagungan yang maha kuasa, kami temui diperjalanan, anak-anak muslim yang bermain sepeda dengan anak yang nonmuslim. Pertama kami masuk desa tersebut terlihat sebuah bangunan yang indah, lebih indah dari rumah lalu kami bertanya kepada mereka “apa itu? Mereka menjawab “itu tempat peristirahatan yang terakhir”

Kami terus berjalan hingga menemukan sebuah bangunan yang lebih besa, kami bertanya lagi “bangunan apa itu? Itu adalah tempat ibadah orang-orang nonmuslim biasa disebut pura.

Disinilah kami temukan pelajaran yang sangat berharga, yaitu semua umat yang hidup ditengah-tengah mayoritas muslim pasti aman dan damai.

Kami terus melanjutkan perjalanan hingga berhenti disebuah masji, kami beristirahat untuk melepas lelah sholat dhuhur dan makan sian, masjid itu adalah masjid Daarul Mu’minin. Satelah dirasa cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju daerah dakwah kami dan sampailah kami di SMA Muhammadiyah pikul 15.00 WIB. Senyuman hangat mereka menghapus semua lelah kami.

Kami beristirahat dan makan kue yang telah disediakan, ada juga yang membelinya dikantin SMA, setelah itu kami sholat ashar berama.

Selesai sholat ashar kami membangun tenda dan bernyanyi bersama lalu kami mandi, sholat maghrib, makan dan sholat isya. Seleai sholat isya semua bantara diwajibkan tidur dan laksana pergi kemasjid untuk rukiyah. Banyak diantara warga yang mengikuti program ini. Kami laksana Daarul Abroor pulang pukul 22.00 WIB dan tidur di ruangan karna sehabis kami membangun tenda hujan menguyur dengan derasnya.

Tepat jam 03.00 WIB dini hari, hujan kembali menguyur namun tidak memadamkan semangat juang kami. Setelah dirasa hujan berhenti dan cuaca sudah mulai terang, jam 05.30 Wib kami berlari pagi menjelejahi desa lalu kembali dan melakukan senam bersama pada pukul 06.00.

 “Semoga perjuangan ini menjadi pelajaran bagi kami”

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close