Kolom Ustadz

Pelajaran Mendasar Dari Orang Tua

Amal yang pertama-tama dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka jika shalatnya baik, baiklah seluruh amalnya dan jika shalatnya rusak, rusaklah seluruh amalnya. (HR. Thabrani)

Pelajaran pada hakikatnya bisa diambil dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Pelajaran yang mendasar seharusnya dilakukan oleh orang tua sebagai pondasi pembentukan karakter.

Tetapi banyak orang tua yang mengabaikan hal itu, karena faktor kesibukan sampai tak mau ambil pusing dengan pendidikan anaknya. Dengan mengambil langkah praktis, orang tua menitipkan anaknya ke lembaga pendidikan. Solusi tersebut bukan berarti lepas dari masalah, melainkan muncul masalah baru. Ketika anak tersebut berbuat salah orang tua biasanya tidak terima dengan tindakan guru kepada anaknya. Itulah jika orang tua tidak pernah merasakan susahnya mendidik anak.

Ada sebuah kisah seorang anak yang dididik oleh orang tuanya, Andi yang terbilang masih anak-anak pergi ke sekolah berjalan kaki dengan waktu tempuh ± 30 menit dari rumah ke sekolah, hampir setiap hari ia lakukan. Anak-anak lainnya yang seusia Andi masih suka bermain, tapi tidak dengan Andi, dari kecil dia sudah diajari untuk bekerja dan dilatih mandiri.

Banyak sekali pelajaran-pelajaran tentang kehidupan yang ia terima dari orang tuanya, hampir setiap waktu dan kesempatan ayahnya selalu memberikan wejangan untuk bekal hidup. Sekiranya pelajaran itu disamakan dengan pelajaran yang ada di sekolah formal, maka jumlahnya setara dengan pelajaran dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

Salah satu contoh pelajaran yang Andi terima dari ayahnya, dan tak pernah ia lupakan adalah tentang Shalat. Pelajaran yang diberikan ayahnya kepada Andi masuk ke alam kesadaran yang paling dalam. Ketika itu, sekitar tahun 2000-an, Andi yang hendak pergi kesekolah dibekali ayahnya sarung dan kopiah kemudian dimasukkan kedalam tas Andi.

Di lain kesempatan ayahnya mengatakan “Jangan pernah tinggalkan Shalat lima waktu, kalau ada diantara anak-anak ayah yang meninggalkannya, maka kesusahan akan menimpa keluarga kita”. Setelah usia Andi beranjak dewasa, pelajaran-pelajaran yang disampaikan ayahnya ketika ia masih kanak-kanak barulah ia bisa merasakannya, bukan hanya tentang shalat tapi juga hal-hal yang lainnya.

Dalam pandangan kehidupan dunia pelajaran shalat mungkin hal yang biasa, tapi dalam pandangan kehidupan akhirat shalat merupakan sesuatu yang sangat berharga. Di dalam Islam shalat merupakan penentu diterima atau tidaknya pekerjaan seseorang. Betapapun banyak kebaikan seseorang, bila ia tidak shalat maka nilainya nol dihadapan Allah SWT.

Demikianlah pelajaran yang mendasar dari orang tua yang sayang kepada anaknya. Mudah-mudahan bermanfaat untuk menjalani kehidupan baik dunia maupun akhirat.

Oleh Al Ustadz Asep Subandi

Baca Juga:

Tags
Back to top button
Close
X