Celoteh Santri

Niatku Petaka Bagiku

Maha besar Allah dengan segala yang diciptakannya. Matahari dikelilingi oleh planet-planet yang orbitnya berbentuk hampir seperti lingkaran dengan lintasan yang hampir berhimpitan adalah bukti segala kuasanya.

Kita bayangkan, bagaimana jika semua planet yang mengelilingi matahari tidak berjalan sesuai lintasannya, begitupun bumi yang berevolusi semaunya sendiri. Pasti sudah terdetik dan terlintas dalam pikiran, bahwa semua yang ada di semesta alam ini akan hancur lebur.

Tapi yang terlihat sampai kini, planet-planet tetap berevolusi dengan tenang, matahari pun memancarkan sinarnya yang terang, memberikan energi panas terhadap stomata yang ada di setiap daun dalam tumbuhan, sehingga dapat melangsungkan proses fotosintesis dengan baik, lalu hasil fotosintesis tersebut dibagi ke setiap bagian dalam tumbuhan, dan sisanya menjadi buah yang dapat kita nikmati sampai kini.

Begitulah Allah mengatur semesta ini, bukan hanya itu, tapi masih banyak lagi bukti kekuasaan Allah yang tidak kita sadari, mulai dari bagaimana Allah memberi makan setiap makhluk di bumi sampai sampai bagaimana Allah mengatur alam semesta sebesar ini.

Dengan segala bukti kuasa Allah di atas, sebagai muslim seharusnya kita semakin takut dan taat pada-Nya. Menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya, sebut saja ibadah.

Berbicara tentang ibadah, ibadah adalah segala perbuatan baik yang diniatkan hanya untuk mengharapkan ridho Allah. Muslim yang melaksanakan ibadah akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah. Namun, ada kalanya seorang muslim yang beribadah tapi tak dapat ganjaran apapun.

Gara-gara apa sih ibadah sia-sia???

Ya, sebabnya adalah niat. Muslim yang haqiqi tidak  hanya mengucapkan dengan lisan, dan melaksanakan rukun-rukun dalam islam. Utamanya adalah keyakinan hati, mengharapkan ridho Allah, ingin dilihat Allah, dan ingin ganjaran dari Allah, sebut saja dengan ikhlas.

Sebaliknya perbuatan yang tidak mengharapkan ridho Allah, ingin dilihat orang, dan ingin dipuji orang disebut ria’. Muslim yang melakukan perbuatan baik, namun ingin dilihat orang dan ingin pujian orang, akan kehilangan semua pahala ibadahnya, sebut saja ibadahnya sia-sia.

Betapa pentingnya niat, hanya niat saja belum berbuat, itu sudah dicatat sebagai ibadah, apalagi berbuat. Karena bagi muslim ‘’anniyyatu khoirun min ‘amalihi’’, niat lebih baik dari pada pekerjaannya. Pentingnya niat dapat dibuktikan dalam sabda rasul, rasulullah SAW bersabda: Pada hari kiamat nanti ada seorang hamba yang diberi balasan atas kebaikannya sebesar gunung, lalu ia memanggil-manggil, barang siapa yang pernah ku aniaya, maka ambilah balasan pahala yang ku dapat,  lalu orang-orang yang pernah dianiayanya pun mengambil pahalanya hingga tak tersisa sedikitpun, lalu Allah memberitahukan rahasia padanya, Sesungguhnya kamu memiliki simpanan kebaikan wahai hambaku, yang tak ku beritahu pada malaikatku, dan tidak satupun dari makhluk ciptaanku. lalu hamba itu bertanya, ganjaran apa wahai tuhanku?, Allah menjawab, niatmu yang kamu niatkan untuk kebaikan, dan aku menulisnya untukmu tujuh puluh kali lipat’.

Memang sih menjaga niat itu sulit, apalagi bagi remaja-remaja zaman now yang selalu caper alias cari perhatian sama cewek-cewek yang disukai. Tanpa disadari para remaja banyak melakukan syirik kecil. Syirik kecil inilah yang ditakutkan oleh rasul atas hambanya. Agar selamat dunia akhirat, sebaiknya mari kita sama-sama belajar memperbaiki niat, agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia. [A- Daniel Hermansyah/5 KMI/2018]

Baca juga:

Tags
Back to top button
Close
X