Celoteh Santri

MengingatMu Itu Indah

Banyak manusia yang hidup dengan berbagai masalah yang harus dihadapinya. Namun mereka tak pernah sadar dari manakah masalah itu datang, terkadang mereka berpikir bahwa masalah itu datang dengan sendirinya tanpa ada yang merencanakannya, sungguh mereka adalah orang-orang yang tercela, sudah banyak penjelasan bahwasanya semua apa yang terjadi pada manusia datangnya hanya dari Allah semata.

Dan kebanyakan dari mereka jika sudah mendapat masalah yang sangat dalam bukan meminta pertolongan pada Allah yang maha kuasa, tapi mencari masalah yang lebih mendalam atau Bahasa gaulnya GALAU dan melakukan hal yang tidak sewajarnya dilakukan, misalnya meminum arak, menghisap sabu-sabu dan masih banyak lagi, sudah sering dibicarakan dimana-mana tentang barang yang dilarang tapi mereka masih saja mengkonsumsinya.

Allah yang maha kuasa, maha penyayang, seorang hamba yang berbuat keji saja masih diberi rezeki, diberi nikmat, sungguh hamba yang bodoh jika tak mengenal siapa tuhannya, siapa yang patut disembah, siapa yang patut dimintai pertolongan.

Penjelasan yang tak harus dijelaskan lagi bagi orang-orang yang beriman, namun wajib dijelaskan berulang kali kepada orang-orang yang selalu berbuat kezaliman, yang tak pernah mengingat kebesaran Allah SWT. Banyak waktu yang disia-siakan seharusnya waktu yang banyak itu digunakan  untuk mengingatnya, karena mengingatnya itu bukanlah perkara yang sulit, menyebut nama ALLAH SWT saja sudah mendapat pahala, asal tak ada rasa ingin dipuji orang lain, karena itu adalah sifat ria’ yang terkadang tak terlihat.

Sebenarnya sudah banyak contoh jika ingin menjadi orang yang tawakal, hanya mengerjakan segala perintahnya dan meninggalkan seluruh larangan Nya, dan berbuat baik dengan mengingat ALLAH SWT. Dan Insya Allah, akan terasa indah hidup di dunia dengan berbagai nikmat bukan indah dengan bersama pacar.

Jika manusia beramal, mengerahkan kesungguhan, merelasikan segala kewajiban dan melakukan program dengan tekun, namun tidak disertai keikhlasan, atau tanpa disertai tawakal kepada Allah, maka amalan tersebut tak bernilai apa-apa. [Sekar Dwi – 6B – 22 September 2018]

Check Also

Close
Back to top button
Close
X