Menggali Mutiara Perjuangan

Wajib Dibaca

SekPim
Sekretaris Pimpinan Pondok Modern Daarul Abroor.

Assalamualaikum teman-teman! berjumpa lagi dengan kami ,sahabat Jurnalis Daarul Abroor. Emm sebelum saya mulai memberikan artikel saya, kali  saya mau berdo’a untuk kita semua, terutama anda yang sedang membaca tulisan ini. Semoga kita dapat menggapai kehidupan yang menyenangkan baik di Dunia maupun di Akhirat, dan juga selalu tertanam rasa iman di dalam dada Hingga ajal menjemput kita.  Amiin Ya Robbal-Alaamiin.

Kita sering menjumpai dalam kehidupan bahwa terkadang seseorng menjadi mulia karena dengan amanat yang ia emban. Namun adakalanya seseorang justru sebaliknya menjadi sangat hina dengan adanya amanah yang ia emban itu. Semua tergantung lika-liku perjalanan yang mereka hadapi. Suatu amanah atau tugas yang sedang diemban Oleh seseorang bisa sukses  karena  memahami segala prioritas, kuatnya idealisme dan kuatnya dorongan pragmatisme. Namun sebaliknya Gagalnya suatu amanah bisa dikarenakan integritas yang ciut, idealisme yang sangat lemah dan berbagai faktor lainya yang menunjang kepada suatu kegagalan.

Pasti teman-teman semua pernah mendengar dengan slogan berikut ini yang berbunyi: ‘’Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keberuntunganmu’’…. Artinya manfaat yang akan kita dapatkan dari pendidikan Daarul Abroor, sangat berkaitan dengan kesadaran dan kesanggupan kita dalam menyerap nilai-nilai pendidikan. Para kader pejuang pondok, agar tetap menjadi kader idealis, berjuang dan berkorban untuk kemajuan pondok berdasarkan nilai-nilai luhur islam, tidak menggadaikan idealismenya dengan pragmatisme jangka pendek. Tetap menjadikan pondok sebagai lahan perjuangan dan pengorbanan, lahan berjihad dan beribadah dalam arti luas kepada Allah.  Slogan pendiri pondok  ….‘rawe-rawe rantas malang-malang tuntas ’bondo, bahu, piker, lek perlu sak nyawane pisan’’, bukan retorika kosong belaka, tapi kenyataan. Harta yang mereka warisi dari orang tua, mereka wakafkan semua, waktu tenaga, pikiran dan kemampuan diedikasikan untuk pendidikan dan pengembangan pondok. Dengan pengorbanan terus-menerus yang kita lakukan, ternyata tidak membuat kita melarat atau bangkrut, justru keberkahan rizki seolah tercurah kepada keluarga besar kita, hingga anak cucu. Tidak ada yang terlantar atau terbengkalai pendidikannya, semua sukses dan dihormati masyarakat karena berkomitmen melanjutkan perjuangan dan pengorbanan orang tua kita. Kalau kita membesarkan pondok maka kita akan ikut besar,sebaliknya jika kita membesarkan diri sendiri, belum tentu berhasil dan pondok kita tidak pernah menjadi besar.

Mereka para Ustadz dan Ustadzah bukan hanya mengajar pelajaran, tetapi mendidik kehidupan, memelihara dan mengembangkan wakaf, mengembangkan unit-unit usaha ekonomi produktif, membangun gedung dan sarana pendidikan, menjalin kerja sama dan membuat jaringan kerja dengan masyarakat, pemerintah hingga instansi-instansi pendidikan di luar negeri dalam rangka pengembangan pondok.

Semua hal yang terkait dengan pondok adalah urusan besar dan penting, karena maslahat pondok adalah maslahat umat, jangan sampai urusan individu terlebih sikap pragmatisme mengalahkan urusan pondok. kalangan ini muncul karena tidak faham dengan kemuliaan tugas yang di emban. Bisa juga karena tidak memahami skala prioritas, lemah idealisme dan kuatnya dorongan pragmatisme. Bermodalkan kepercayaan, diikuti dengan kesiapan dan keinginan untuk memahami, serta kesungguhan dalam menjalankan semua kegiatan, maka pemahaman akan datang dengan sendirinya. Barang siapa yang banyak bekerja, bersungguh-sungguh, suka mengambil inisiatif, tidak memilih-milih tugas, maka dia akan mendapatkan keuntungan besar, karena akan semakin matang, semakin memahami pondoknya, meningkat idealismenya, mendapatkan banyak pengalaman, bertambah kecakapan dan ketrampilannya dan yang pasti mendapatkan lebih banyak reward dari Allah karena amal sholehnya. Pondok menekankan perlunya menanamkan niat yang benar, jujur serta lurus pada semua santri dalam menempuh pendidikan. Niat belajar di pondok itu lillahita`ala bukan karna ijazah, dan juga bukan agar bisa menjadi pegawai atau tujuan-tujuan pragmatis lainnya. Logika Al-qur`an adalah kesatuan dan keterpaduan, ayat manapun yang kita ambil dan fahami, kemudian kita amalkan dengan penuh keimanan, akan mempunyai dampak sama dahsyatnya. Ilmu bersemayam di hati, bukan hanya di otak, bukan berupa pengetahuan yang di hafalkan untuk ujian atau ceramah, tetapi yang sudah mengintregal dalam diri dan keyakinan, yang menjadi enrgi kesadaran dahsyat.

Salah satu motto pondok adalah berpengetahuan luas, artinya semua santri dididik dan dibentuk menjadi pribadi yang wawasanaya luas, tidak ciut dan siap untuk mengikuti perkembangan diera globalisasi ini. Hal ini mutlak di butuhkan oleh kader-kader pemimpin tanpa modal ilmu pengetahuan luas dan mendalam, akan melakukan banyak kesalahan dalam menentukan kebijakan.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua…..Amiiinn….. salam jumpa………..

 Ditulis Oleh : Nimas Dian Ayu Irmadi/6 KMI 2020

Kabar Terbaru

Pesan dan Nasehat Oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Daarul Abroor Menjelang Liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Tak terasa tinggal menghitung hari, Bulan Suci Ramadhan akan meninggalkan umat islam semua. Itu artinya hari kemenangan segera tiba,...

Informasi Lainnya

X