Daarul Abroor 1

Keikhlasan, Unsur Paling Penting Bagi Pendidik

Bapak Pimpinan K.H. Edy Sunari pada rabu 28 maret 2018 ba’da maghrib memberikan nasehat bagi santri kelas 6 KMI. Pesan nasehat ini dikhususkan pada kegiatan kelas 6 yang ada didepan mata yaitu ujian praktek mengajar (‘amaliah tadris).

Di dampingi oleh direktur KMI Al Ustadz Mufasil, bapak pimpinan menyampaikan bahwa kegiatan ‘amaliah tadris ini adalah bagian dari pendidikan santri kelas 6 sebelum lulus. Dengan kegiatan ini diharapkan santri kelas 6 memiliki jiwa mengajar dan pendidik. Sebab salah satu tujuan pendidikan di Daarul Abroor adalah mencetak guru dan pendidik.

Beliau menjelaskan bahwa saat ini banyak guru tapi tak berhasil mengajar. Bukan karena mereka tak menguasai pelajaran yang mereka ajarkan, tapi karena salah dalam metode mengajar. Metode mengajar itu penting, sebab salah metode tentu tak akan mencapai hasil maksimal. Maka ada istilah Atthariqotu ahammu min almaaddah (metode itu lebih penting dari penguasaan materi).

Tapi disamping metode ada yang lebih penting yaitu ruh guru atau keikhlasan. Guru yang mengajar dengan hati yang ikhlas maka akan langsung diterima santri/ murid dengan hati. Mana kala guru hanya mengajar dengan mulut, maka hanya akan diterima oleh telinga.

Itulah mengapa ulama’ dahulu berhasil menghasilkan murid-murid yang hebat, karena di samping mereka menguasai materi keislaman dan mengajar dengan metode tepat, mereka mengajar dan mendidik dengan hati yang ikhlas tanpa pamrih. ‘Ulama hebat dengan keikhlasannya menghasilkan ‘ulama yang hebat pula.

Terakhir beliau berpesan pada kelas 6 untuk selalu banyak berdo’a, belajar bersemangat agar lulus dengan khusnul khotimah menjadi alumni Pondok Modern Daarul Abroor yang baik.

Tulisan Terkait

Close
X