Celoteh Santri

Jadilah Dirimu Yang Baru

Jadilah dirimu yang berbeda, jadilah dirimu yang menguasai semua pikiran dan perasaanmu sendiri. Jangan biarkan dirimu dikuasai oleh keadaan atau orang-orang disekitarmu. Jangan sampai kebahagiaanmu ditentukan oleh keadaan di sekitarmu.

Engkaulah yang menguasai dirimu sendiri, engkaulah yang menentukan betah tidaknya engkau di pondok. Obat untuk mengobati ketidakbetahan nya dirimu di pondok ada dalam hatimu, tidak perlu mencari kemana-mana. Jika engkau lebih ikhlas tinggal di pondok, maka semua akan engkau ikhlaskan, karena engkau tau semua ini untuk masa depanmu, untuk kesuksesanmu, dan untuk masa mendatang.

Jika engkau melihatnya dari sisi yang berbeda, tentu pikiran dan perasaanmu akan tenang. Coba pikirkan dan renungkan apa yang membuatmu tidak betah berada di pondok, dan temukanlah jawabanya beserta alasanya dibawah ini.

Terlalu banyak kegiatan

Berfikirlah justru dengan banyaknya kegiatan engkau sedang dididik menjadi pemimpin dan orang besar di masa mendatang. Engkau bukan disiksa, tetapi engkau sedang dilatih. Latihan menjadi orang hebat memang bukanlah perkara yang mudah, namun saat engkau mampu melewati semua rintangan dan latihan itu, dirimu akan siap menghadapi rintangan apapun saat engkau keluar dari pesantren suatu saat nanti.

Makanan yang tidak cocok

Jika engkau merasa bahwa makanan yang dimasak di pondok tidaklah cocok dengan lidahmu, fikirkanlah bahwa engkau memang sedang dilatih untuk belajar makan dari berbagai penjuru dunia. Duniamu nanti bukan duniamu yang sekarang, engkau di masa depan adalah engkau yang hebat, yang mesti menyesuaikan diri dengan masakan dari berbagai belahan dunia, dari berbagai daerah di Tanah Air. Nikmati dan cobalah menyukai masakan pondok, lama-kelamaan lidahmu pasti akan bisa menyesuaikan. Jangan sampai dirimu kalah oleh lidahmu.

Teman yang tidak cocok

Ingatlah! Teman-temanmu yang dahulu sekarang sudah berbeda, mereka sudah mempunyai teman-teman yang bar, sama seperti dirimu. Kalau di pondok engkau merasa ada teman yang tidak cocok denganmu, di situlah engkau belajar mengenal berbagai karakter orang. Karna dalam kehidupanmu saat engkau keluar dari pondok nanti, engkau akan menemukan karakter orang yang jauh lebih beragam, bahkan diantaranya jauh lebih keras dari teman-temanmu di pondok.

Banyak hukuman

Yang menyebabkan dirimu dihukum tentu karena perbuatanmu sendiri bukan? Hukuman itu bukan untuk apa-apa, hukuman itu untuk peringatan agar engkau menjadi lebih waspada dan lebih berhati-hati.  Dengan berhati-hati itulah hidupmu akan selamat dunia akhirat, hadapi saja hukumanmu toh nanti akan berlalu. Malu dengan teman-teman? Tidak apa-apa, jadikanlah pelajaran agar engkau tidak mengulanginya lagi di masa yang mendatang.

Pengen di rumah

Mengapa orang tuamu mengirimmu ke pondok? Apa mereka tidak sayang padamu? Bukan, bukan itu alasannya, justru karena mereka sangat sayang padamu, mereka mengirimku ke pondok. Mengapa? Agar engkau bisa belajar mandiri, belajar menghadapi persaingan di masa mendatang, dan belajar ilmu agama yang mungkin orang tuamu belum bisa mengajarinya.  “ Lupakanlah enaknya rumah! Karena engkau di sini, di pondok ini, sedang menyiapkan masa depanmu, kalau engkau pulang ke rumah justru akan membuat sedih orang tuamu.

Mata pelajaran yang susah

Susah atau mudahnya pelajaran dimulai dari pikiranmu, kalu engkau menyukai suatu pelajaran meskipun pelajaran itu teramat sulit bagi teman-temanmu, pastilah engkau akan merasa bahwa pelajaran itu sangatlah menyenangkan.  Mulailah mencoba menyukai kehidupan di pondok dan segala yang ada di dalamnya. Insya Allah kedepannya akan mudah.

Kalau di cari-cari

Akan banyak lagi masalah yang engkau hadapi di pondok, tetapi jika engkau melihatnya dari sisi yang berbeda, semua itu tidak akan menjadi masalah bagimu, berpikirlah dari posisi yang lebih positif, pasti ada hikmah dari semua peristiwa, pasti ada pembelajaran dari semua yang terjadi.

Ditulis oleh : NIMAS AYU – 4 KMI – 2018

Baca juga:

Tags
Back to top button
Close
X