Celoteh Santri

Do’a Kami Untukmu Ibu Robiah

Suara dari masjid itu membangunkan kami, suara yang sudah tak asing lagi bagi kami. Karna sudah pasti suara itu akan memulai kebiasannya untuk membangunkan santri yang tertidur lelap merajut mimpi indah mereka pada jam 03:00 pagi.

Diantara kami ada yang terbangun mencuci muka dan mengambil piring untuk sahur. Namun masih ada beberapa dari kami yang masih bermalas-malas karna kantuk. Namun suara samar-samar namun jelas mengagetkan kami. Terdengar jelas bahwa salah satu dari kami mengatakan bu Rob telah tiada.

Kami yang masih bermalas-malasan seketika duduk dan berkata Inalillahi wa innailahi Rajiun, banyak diantara kami yang menangis. Makan sahur rasanya tak selera, bagaimanapun kami berharap ustadzah Rob yang sudah lama sakit akan segera sembuh dan berkumpul lagi bersama kami. Bercanda tawa di kantin bersama santri dan ustadzah-ustadzah lainnya. Masih teringat wajahnya yang berseri-seri mengantarkan makanan kekantin bersama dengan ustadzah lainnya, menyapa kami dengan keramahannya. Menyejukkan setiap jiwa yang melihat senyumannya.

Selesai sholat shubuh mic di masjid berbunyi. Kami menduga sudah pasti pengumuman bahwa ujian tulis di undur sehari karna pondok sedang berkabung.

Saat matahari mulai muncul dari tempat persembunyiannya, kami santri berangsur-angsur pergi keruang tamu yang berdekatan dengan rumah bu Rob. Kami menunggu jenazah bu Rob dari palembang. Orang-orang lambat laun memenuhi rumah beliau. Sekitar pukul 08:15 speed boat berhenti di dermaga pondok dan kami lihat berlahan tapi pasti jenazah diturunkan dari spit dan dibawa kerumah untuk di mandikan.

Tangisan santri pecah saat kami melihat jenazah di bawa kerumah untuk di mandikan yang kemudian di sholatkan di masjid AL-ABROOR oleh ustad dan santri putra yang kemudian di semayamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir.

Kami berdo’a di bulan yang suci ini beliau di panggil “Semoga Allah mengampuni beliau dan menerima semua amal ibadah beliau, serta menempatkat beliau pada tempat yang mulia”.

Kami turut berduka cita, “semoga Allah memberikan ketabahan untuk keluarga yang di tinggalkan”

[Santriwati Daarul Abroor]

Tags

Tulisan Terkait

Close
X