IMADA

Bangga Jadi Mahasiswi UMM

Alumni Daarul Abroor di UMM

Alhamdulilah senang rasa nya bisa diterima sebagai Mahasiswa Baru (Maba) di Universitas yang besar dan bagus ini. Senang karena secara saya berasal dari Jalur/ Desa yang dulu selalu berfikir pesimis, mana mungkin bisa kuliah di Jawa apalagi di Universitas terkenal…. Tapi alhamdulillah mimpi itu kini menjadi nyata.

Dari awal saya diterima sebagai Mahasiswi Baru (MABA) di Universitas Muhammadiyah Malang [UMM] ini, saya sudah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan diantara nya Penggalian Potensi, tes bahasa inggris, pelatihan teknologi informasi , pra ospek , dan saat ini saya sedang melaksanakan Ospek atau kalau di UMM lebih terkenal dengan nama PESMABA (Pengenalan Study Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan mulai tanggal 4 Agustus sampai 7 Agustus 2017, yang diikuti oleh 7.600 Mahasiswa Baru, yang terdiri dari seluruh Fakultas di UMM.

Untuk di Fakultas saya sendiri yaitu FKIP sekitar 800 maba. Dihari pertama Pesmaba yaitu jam 06.00 pagi  harus sudah di lapangan. Setelah itu kumpul per fakultas, kemudian  menuju Hally pad untuk melakukan upacara pembukaan dengan mengenakan baju, rok, jilbab, serba putih dan mengenakan almamater jas UMM dan topi berwarna merah, yang melambangkan ciri dari UMM Jas Merah Kampus Putih.

Setelah melakukan upacara pembukaan yg di hadiri oleh Bapak Rektor UMM, ada hal yang menarik yaitu seluruh Maba di pandu untuk membentuk tulisan seperti I 💛 UMM,  bentuk burung Garuda, bentuk kepulauan Indonesia serta masih banyak lagi. Juga menerbangkan balon merah putih yg menandakan pembukaan Pesmaba 2017.

Senang sekali rasanya mengikuti Pesmaba 2017 ini karena dari sini lah kita bisa mengenal teman lebih banyak dan lebih akrab, juga bisa mengenal dan mengetahui kakak tingkatnya. Dan Mahasiswa disini  bukan hanya berasal dari pulau jawa tetapi dari sabang sampai merauke dari aceh sampai papua semua ada , bahkan dari luar negri juga ada. Jadi kita bisa berbagi pengalaman dan banyak teman serta bisa saling mempelajari budaya dari masing-masing daerah .

Di UMM ini juga memiliki tingkat kedisiplinan yg tinggi , pada masa-masa ospek ini lah Maba di tekankan dan diajarkan untuk berdisiplin. Contohnya seperti kuku tidak boleh panjang, pake baju gak boleh yg nerawang terus misalnya kaos kaki kalau disuruh putih ya harus putih nggak boleh ada warna apa pun walau sedikitpun. Apabila melanggar pasti akan langsung diberikan sanksi.

“No discipline No Success”, “Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin, dan tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan”. – Daarul Abroor –

Waw cukup ketat disiplin disini, tapi nggak apa-apa itu adalah salah satu yang membuat jiwa kita tangguh, lagian hal itu sudah biasa, di Pesantren Daarul Abroor dulu disiplin merupakan keharusan, sehingga ketika di UMM harus berdisiplin, it’s easy… Masih ingat dulu kata-kata di Pesantren Daarul Abroor “No discipline No Success”, “Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin, dan tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan”.

Ohya, selain kegiatan yg sudah disebutkan, masih banyak keseruan lain nya seperti teriak bareng mengumandangkan yel yel dan jargon dari masing masing kelompok atau fakultas. Sesuatu yang baru banget bisa mengikuti kegiatan Pesmaba UMM… Harus bangga menjadi Mahasiswa UMM. I LOVE UMM.

Malang, 5 September 2017 [Ria Anggun Pratiwi – Alumni Daarul Abroor Dyansti Gen’s 2017]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close