Awalku Menjadi Mulahidzoh

Sedikit Nervous Tapi Bangga

Kamis siang 15/02/2018 diadakan muhadoroh (latihan pidato) oleh ORPPENDA periode 2018-2019. Ini merupakan awal pertama mereka menjadi mulahidz/Mulahidzah (pengawas) dalam muhadoroh. Muhadoroh dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB. Semua santri menyambut pembukaan muhadoroh dengan penuh semangat dan ceria.

Muhadoroh merupakan kegiatan mingguan yang diadakan dua kali dalam seminggu. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental para santri untuk berbicara didepan umum supaya kelak saat mereka sudah menjadi alumni mereka tidak lagi canggung untuk berbicara didepan umum.

Muhadhoroh tahun ini memang sengaja dibuat agak berbeda dari tahun sebelumnya, yang sebelumnya terpisah antara sighor (santri kelas 1-3) dan kibar (santri kelas 4-5) sekarang telah bergabung menjadi satu tak kenal antara sighor dan kibar. Itu semua melatih kita untuk lebih percaya diri, khususnya bagi kelas-kelas yang lebih tinggi. Apalagi diawasi oleh ustadzah dan ustadz.

Hal lain yang berbeda pada muhadharah tahun ini yaitu kelas 5 yang biasanya sudah tidak ikut muhadharah tahun ini tetap mengikuti, meskipun mereka tidak digabung dengan santri kelas 4 ke bawah. Mereka mengadakan latihan pidato sendiri yang langsung diawasi oleh Al Ustadz dan Al Ustadzah.Menurut Al Ustadz Muhammad Niam hal ini dilakukan agar santri kelas 5 yang tidak menjadi pengawas muhadharah tetap dapat melatih kemampuan mental dan orasi mereka, karena penampilan mereka langsung diawasi oleh ustadz.

Suasana muhadoroh pertama jabatan ORPPENDA 2018-2019 diawali dengan penuh kemeriahan dan kesemangatan. Pada saat muhadhoroh telah dimulai pondok seperti digemparkan oleh suara yel-yel para santri yang menggelegar. Saat itu pula suasana bertambah menjadi lebih meriah lagi.

Khususnya buat para mulahidz setiap ruangan, mereka juga tampak sangat senang dan semangat bagaikan di wajah mereka penuh dengan harapan agar muhadhoroh pada tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. [Jurnalis 5 Putri]

Tags
Tampilkan Semua

PM. Daarul Abroor

Lembaga Pendidikan Islam Modern di Sumatera Selatan dengan sistem asrama. Menggunakan kurikulum KMI Gontor dipadukan dengan pengkajian kitab-kitab klasik dan Tahfidz. Sistem reguler 6 tahun bagi lulusan SD/MI, dan intensif 4 tahun bagi lulusan MTs/SMP. Pondok Pesantren Mu'adalah satu-satunya di Sumatera Selatan.

Artikel Terkait

Close
Close