Aqidah Tauhid

Apakah Benar Seluruh Manusia Akan dikumpulkan di Padang Mahsyar Dalam Keadaan Telanjang?

Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman yang menunjukan bahwa manusia akan dikembalikan di hari Qiamat seperti keadaan mereka waktu dijadikan, yaitu dalam surah Anbiya’ ayat 104:

كَماَ بَدَأْنَا اَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيْدُهُ

Artinya:

Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya.

Dan disebutkan dalam hadist yang di takhrijkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Abdullah Ibnu Abbas ra. Pernah berkata:

قَامَ فِيْنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَوْعِظَةٍ فَقَالَ اِنَّكُمْ مَحْشُوْرُوْنَ اِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حُفَاةً عُرَا ةً غُرْلاً كَمَا بَدَأْنَا اَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيْدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا اِنَّا كُنَّا فَاعِلِيْنَ

 Artinya:

Pernah berdiri Rasulullah SAW menyampaikan nasehatnya kepada kami seraya bersabda: sesungguhnya kamu akan di kumpulkan kepada Allah azza wa jalla dalam keadaan bertelanjang kaki, bertelanjang pakaian, lagi kulup, sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati bahwasanya kami benar-benar akan melaksanakannya.

Sedang menurut riwayat Al-Bukhari dan Muslim dan Nasai dan Ibnu Majah dari Aisyah ra. berkata ia: Aku pernah mendengar rasulullah SAW bersabda :

يُحْشَرُوْ النَّاسُ حُفَاةً غُرْلاً قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ الَرِّجَالُ وَالنَّسَاء ُجَمِيْعًا يَنْظُرُبَعْضُهُمْ اِلَى بَعْضٍ قَالَ اْلَامْرُاَشَدَّمِنْ اَنْ يُهِمَّهُمْ ذَالِكَ

Artinya:

Akan digiring manusia ini, dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, lagi kulup. Berkata Aisyah: maka akupun berkata: Lelaki dan perempuan semua saling melihat satu sama lain? Jawabnya: persoalan tersebut lebih hebat dari pada mereka mementingkan hal yang demikian itu.

Menurut keterangan-keterangan lain nampaknya tidaklah semua orang bertelanjang sebagaimana yang diriwayatkan di atas, karena ada juga sebagian orang yang dibangkitkan dengan berkendaraan, beroleh makan, dan berpakaian. Tentunya mereka itulan Nabi-Nabi, Shiddiqun, Syuhada’ dan ulama yang mengamalkan ilmunya.

Di dalam Hadist yang ditakhrijkan oleh An-nasa’i bahwa Abi Dzar ra. Berkata:

اِنَّ الصَّادِقَ الْمَصْدُوْقَ حَدَّثَنِيْ اَنَّ النَّاسَ يُحْشَرُوْنَ ثَلاَثَةً فَوْجًا فَرْجًا رَاكِبِيْنَ طَاعِمِيْنِ كَاسِيْنَ وَفَوْجًا تَسْحُبُهُمُ اْلمـَلاَئِكَةُ عَلَى وُجُوْهِهِمْ وَتَهْشُرُهُمُ النَّارُ وَفَوْجًا يَمْشُوْنَ وَيَسْعَوْنَ

Artinya :

Sesungguhnya yang benar dan dibenarkan ada menceriterakan kepadaku: sesungguhnya manusia itu dikumpulkan mereka itu menjadi tiga kelompok. Satu kelompok berkendaraa, bermakanan dan berpakaian. Dan satu kelompok lagi menghela mereka oleh para malaikat diatas muka-muka mereka, dan mereka digiring oleh api. Dan satu kelompok lagi berjalan mereka dan berlari-lari.

Di dalam dari pada syeikh Muhammad Khalil harras, pada juz ke IV daripada kitab Attarghib wattarhib lil Mundziri, sebagai berikut:

وَلَعَلَّى هَؤُلاَءِ هُمُ اْلاَنْبِيَاءُ وَالصِّدِّيْقُوْنَ وَالشُّهَدَاءُ وَاْلعُلَمَاءُ اْلعَامِلُوْنَ وَنَحْوُهُمْ

Artinya:

Barangkali yang dimaksud (yang dibangkitkan berpakaian) adalah mereka itu para nabi, Assiddiqun, Asyhuhada, dan para ulama yang mengamalkan ilmu.

Adapun tentang kapan mereka berpakaian setelah dibangkitkan dalam keadaan telanjang, maka yang pasti mereka beroleh pakaian dan kemulyaan adalah setelah mereka masuk kedalam syurga, sebagaimana firman Allah SWT dalam suratul kahfi ayat 31, sebagai berikut:

اُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِىْ مِنْ تَحْتِهِمُ اْلاَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُوْنَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِيْنَ فِيْهَا عَلَى اْلاَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقاً

Artinya:

Mereka itulah orang-orang yang bagi mereka syurga ‘And yang mengalirkan sungai-sungai dibawahnya. Dalam syurga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan tebal, sedang mereka duduk smbil bersandar diatas dipan-dipan yang indah, itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.

Kesimpulannya bahwa semua manusia pada hari kebangkitan nanti akan digiring ke padang mahsyar, dan ketika dibangkitkan tidak semuanya telanjang tetapi manusia itu dikumpulkan menjadi tiga kelompok. Satu kelompok berkendaraa, bermakanan dan berpakaian. Dan satu kelompok lagi menghela mereka oleh para malaikat diatas muka-muka mereka, dan mereka digiring oleh api. Dan satu kelompok lagi berjalan mereka dan berlari-lari.

Disarikan dari Kitab, 100 Masalah Agama Jilid 6.

Close
Close
X