Celoteh Santri

Aku Seorang Pemimpin

Menjadi seorang Pemimpin merupakan sesuatu yang sulit bagiku, karena aku harus membagi 3/2 waktuku demi mereka yang aku pimpin. Berat rasanya untuk melakukan semua itu, tapi ini adalah amanah yang harus aku lakukan, karena sesungguhnya di dalam amanah inilah aku mendapatkan ratusan bahkan ribuan pendidikan, yang tak bisa ku dapatkan dua kali dalam hidup ini.

Amanah inilah yang membuatku dewasa, ku harus mementingkan diri orang lain daripada diriku sendiri. Hanya dengan keikhlasan, amanah akan seperti air mengalir di sungai yang deras, dengan mudahnya, air itu mengalir, begitulah amanah dengan dilandasi keikhlasan.

Ikhlas?

Memang mudah untuk dikatakan, tapi sulit untuk dilakukan, maka percayalah, kekuatan ikhlas itu ada. Air itu akan mengalir sampai di suatu tempat ia akan berhenti. Begitupun dengan amanah yang ku pendam selama setahun ini, kini telah berujung pada tulisan Laporan Pertanggungjawaban. Dulu amanah yang ku rasa sulit, yang ku rasa beban, tapi sesungguhnya ia adalah pendidikan. Lega rasanya setelah ku membacakan laporan tentang apa-apa yang kulakukan selama setahun ini.

Masih banyak kekurangan kami, maka kami harapkan agar ada sosok penutup lubang kekurangan di masa yang akan datang. Yakinlah bahwa seseorang bisa menjadi seribu, tak perlu banyak anggota, tak perlu banyak bicara, tapi berbuatlah kunci sesungguhnya. Jangan pernah meremehkan apa-apa yang kalian miliki, karena sesungguhnya kekuatan itu akan menjadi besar dimulai dari jumlah yang kecil, kekompakan, menghargai, bekerja sama, kunci organisasi.

Patah tumbuh, hilang berganti. Sesungguhnya ada makna dari kenyataan ini, mereka hanya menginginkanmu menjadi yang terbaik, bukan merasa kamu menjadi yang terbaik. [Aprilia Azizah – 6C – 2018]

Baca juga: Sistem pendidikan Islam, sistem pendidikan terbaik.

Tags
Back to top button
Close
X